KERAPATAN VEGETASI BERBASIS PENGINDERAAN JAUH UNTUK MENGEVALUASI REHABILITASI LAHAN KRITIS, (Studi Kasus : DAS Serayu Hulu)

Tatik Kartika, Dede Dirgahayu, Inggit Lolita Sari, I Made Parsa, Ita Carolita

Abstract

Pemanfaatan penginderaan jauh dalam memantau vegetasi sudah banyak dilakukan, tetapi pemanfaatannya untuk mengevaluasi rehabilitasi di lahan kritis masih sangat jarang. Kegiatan rehabiliatsi hutan dan lahan dilakukan karena makin meningkatnya lahan kritis. Kegiatan rehabilitasi tersebut perlu dievaluasi, mengingat banyak sekali dana, waktu, dan tenaga yang diperlukan. Selama ini evaluasi dilakukan dengan cara langsung mendatangi lokasi rehabilitasi dengan memantau pertumbuhan tanaman pada setiap akhir tahun sampai akhir tahun ketiga. Menurut ketentuan peraturan yang berlaku, rehabilitasi dapat dikatakan berhasil apabila 90% vegetasi yang ditanam bisa tumbuh di akhir tahun ketiga. Kegiatan evaluasi dengan cara memantau kondisi vegetasi atau kerapatannya dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan data penginderaan jauh, karena data tersebut mempunyai sifat multi temporal dan cakupan yang luas dan ketersediannya yang berlimpah dan mudah didapat. Data penginderaan jauh yang digunakan adalah Landsat-8 tahun 2013 sampai dengan 2018 dan metode evaluasi adalah analisis NDVI dari waktu ke waktu menggunakan SIG. Hasilnya adalah bahwa dari hasil survey yang diperoleh di kawasan APL terdapat lokasi rehabilitasi di lahan tidak kritis, agak kritis, kritis, dan sangat kritis dan berturut-turut keberhasilan rehabilitasi untuk APL_TK; APL_K; APL_AK; APL_SK jika NDVI melampaui nilai 0,337; 0,465; 0,493; 0,490 setelah bulan ke 21,8; 24,5; 26, dan 25,8.

Keywords

penginderaan jauh, rehabilitasi, lahan kritis, Landsat-8

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.