Identifikasi Material Piroklastik Pasca Erupsi Gunung Kelud Menggunakan Citra Hyperspektral

Seftiawan Samsu Rijal

Abstract

Gunung Kelud merupakan gunungapi yang mengalami erupsi pada tanggal 13 Februari 2014 setelah 7 tahun sebelumnya berada dalam kondisi dorman. Kolom letusan yang dihasilkan cukup besar dan meninggalkan endapan material piroklastik pada tubuh gunungapi. Hal ini harus dipantau untuk mencegah terjadinya bencana sekunder dari letusan gunungapi. Survei terestris pada wilayah bencana Gunung Kelud hampir tidak mungkin dilakukan karena kondisi yang cukup membahayakan. Salah satu cara untuk dapat mengidentifikasi material piroklastik hasil letusan gunungapi adalah menggunakan citra hyperspektral. Pengolahan citra hyperspektral dapat dilakukan menggunakan Pixel Purity Index (PPI) agar mendapatkan endmember yang berfungsi untuk menyusun kurva spektral dan basis pengambilan sampel material piroklastik di lapangan untuk mengetahui ukuran butir melalui uji granulometri. Hasil uji granulometri menunjukkan bahwa rerata ukuran material piroklastik adalah 0 - 2 φ. Kurva spektral yang dihasilkan oleh masing – masing ukuran sampel memperlihatkan bahwa material piroklastik sebesar 0 φ dapat diidentifikasi pada panjang gelombang 823,65 nm, 1 φ pada panjang gelombang 1305,96 nm dan 2 φ pada panjang gelombang 1497,63 nm. Nilai pantulan setiap material piroklastik pada masing – masing panjang gelombang sebesar 16,17%, 18,69% dan 27,03%. Pemetaan menggunakan metode Spectral Angle Mapper (SAM) menunjukkan sebaran material dengan ukuran tersebut berada pada sisi utara dan barat tubuh gunungapi.

Keywords

hyperspektral; erupsi; gunungapi; piroklastik; spectral angle mapper

Full Text:

PDF

References

Badan Geologi. (2014). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi - Badan Geologi. 7 April. Retrieved from https://vsi.esdm.go.id/index.php/gunungapi/data-dasar-gunungapi/538-g-kelud?start=2

Blott, S. J., & Pye, K. (2001). Gradistat: A grain size distribution and statistics package for the analysis of unconsolidated sediments. Earth Surface Processes and Landforms, 26(11), 1237–1248. https://doi.org/10.1002/esp.261

Danoedoro, P. (2012). Pengantar Penginderaan Jauh Digital (I). Yogyakarta: Andi Offset.

Datt, B., & Jupp, D. (2004). HYPERION DATA PROCESSING WORKSHOP: Hands-on processing instructions. CSIRO Office of Space Science & Applications Earth Observation Centre, 1–49.

Davies, A. G., Chien, S., Baker, V., Doggett, T., Dohm, J., Greeley, R., … Sherwood, R. (2006). Monitoring active volcanism with the Autonomous Sciencecraft Experiment on EO-1. Remote Sensing of Environment, 101(4), 427–446. https://doi.org/10.1016/J.RSE.2005.08.007

Dávila-Hernández, N., Lira, J., Capra-Pedol, L., & Zucca, F. (2011). A normalized difference lahar index based on Terra/Aster and Spot 5 images: An application at Colima Volcano, Mexico. Revista Mexicana de Ciencias Geologicas, 28(3), 630–644.

De Bélizal, É., Lavigne, F., Gaillard, J. C., Grancher, D., Pratomo, I., & Komorowski, J. C. (2012). The 2007 eruption of Kelut volcano (East Java, Indonesia): Phenomenology, crisis management and social response. Geomorphology, 136(1), 165–175. https://doi.org/10.1016/j.geomorph.2011.06.015

De Bélizal, E., Lavigne, F., Hadmoko, D. S., Degeai, J. P., Dipayana, G. A., Mutaqin, B. W., Aisyah, N. (2013). Rain-triggered lahars following the 2010 eruption of Merapi volcano, Indonesia: A major risk. Journal of Volcanology and Geothermal Research, 261, 330–347. https://doi.org/10.1016/j.jvolgeores.2013.01.010

Eismann, M. (2014). Hyperspectral Remote Sensing. PM210-SPIE (2012).

Folk, R. L. (1974). Petrologie of sedimentary rocks. Hemphll Publishing Company, Austin, 170. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Khasanah, A. N. (2013). Analisis Hubungan Persentase Kandungan Lempung dengan Nilai dan Pola Respon Spektral Objek Tanah Pada Citra Hyperion Sebagian Daerah D. I. Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada.

Lantz, N. J. (2012). Detection and Mapping of Phragmites australis using High Resolution Multispectral and Hyperspectral Satellite Imagery by. (December).

Lillesand, Thomas M. Kiefer, Ralph W., Chipman, J. W. (2014). Remote Sensing and Image Interpretation. In John Wiley and Sons. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Sulaksana, N., Sukiyah, E., Sudradjat, A., & Syafri, I. (2014). The Crater Configuration of Kelud Volcano, East Java, Indonesia after the 2014 Eruption. International Journal, 3(3), 419–422.

Sumintadiredja, P. (2005). Catatan Kuliah: Vulkanologi dan Geothermal. Bandung: ITB Bandung.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.