MODEL TEMPORAL CURAH HUJAN DAN DEBIT SUNGAI CITARUM BERBASIS ANFIS

- Ruminta

Abstract

Penelitian terhadap model temporal curah hujan dan debit sungai berbasis ANFIS telah dilakukan di daerah aliran sungai Citarum, Jawa Barat. Penelitian tersebut menggunakan data bulanan hasil observasi curah hujan, evapotranspirasi, dan debit sungai dari Januari 1968 hingga Desember 2000 dan data bulanan Global Temperature (GT) dan Central Indian Precipitation (CIP) yang diperoleh dari National Centers for Environmental Prediction (NCEP). Identifikasi model temporal curah hujan dan debit sungai didasarkan pada Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model temporal curah hujan dan debit sungai berbasis ANFIS dapat mensimulasi data observasi secara akurat. Model tersebut mampu meminimalisasi bias (RMSE) dan memaksimalisasi presisi (E). Model tersebut sangat potensial untuk memprediksi curah hujan dan debit sungai di masa Model Temporal Curah Hujan dan Debit ......... (Ruminta) 23 datang. Prediksi curah hujan dan debit sungai dari model temporal tahunan lebih akurat dibanding model temporal bulanan. Koefisien limpasan (C) sungai Citarum sangat besar (lebih dari 53%) dan cenderung naik secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa tutupan lahan oleh hutan cenderung makin berkurang. Nilai rasio debit sungai maksimum-minimum (Qmax /Qmin ratio) relatif tinggi yaitu berkisar antara 2.17 – 15.48, menunjukkan bahwa sumber daya air di daerah aliran sungai Citarum telah mengalami kerusakan. Cadangan air (S) adalah defisit dan cenderung berkurang secara signifikan. Fakta ini menunjukkan bahwa kekeringan di daerah aliran sungai Citarum akan terjadi sangat rawan. Kata kunci: Curah hujan, Debit sungai, ANFIS, Koefisien limpasan, Rasio Qmax /Qmin.

Full Text:

Full Text PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.