METODE SEGMENTASI AUTOMATIS UNTUK EKSTRAKSI HUTAN MANGROVE MENGGUNAKAN DATA SATELIT AVNIR-2 STUDI KASUS: PULAU LANCANG (AUTOMATIC OF SEGMENTATION METHOD FOR EXTRACTION MANGROVE FOREST BY USING AVNIR-2 SATELLITE DATA CASE STUDY: LANCANG ISLAND)

Muchlisin Arief, Teguh Prayogo, Rossy Hamzah

Abstract

Proses segmentasi citra adalah sebuah proses pengolahan citra untuk memisahkan obyek dari background-nya, sehingga obyek tersebut dapat diproses untuk keperluan lainnya atau dianalisa untuk proses lebih lanjut. Banyak metode yang dapat digunakan untuk proses segmentasi, seperti menggunakan threshold, gradient ataupun laplacian. Secara umum proses segmentasi dibagi dalam tiga bagian: klasifikasi, berdasar tepi, dan berdasar daerah/region growing. Pada paper ini dijelaskan algorithma segmentasi yang dibagi dalam tiga tahapan yaitu: Melakukan operasi pengurangan antar band data AVNIR-2, menentukan region growing dan melakukan pengklasan kerapatan mangrove. Region growing ditentukan berdasarkan nilai hasil pengurangan antara band B13 (band1-band3) dan B24 (band2-band4) serta pasangan antara B12 (band1-band2) dan B34 (band3-band4). Kemudian nilai tersebut digunakan sebagai nilai ambang/threshold dalam menentukan klas kerapatan hutan mangrove. Berdasarkan hasil perhitungan luas hutan mangrove di Pulau Lancang adalah 17.24 ha. Hasil tersebut dibandingkan dengan data yang diperoleh dari BAPEDALDA pada tahun 2000, Hasil perbandingannya menunjukkan bahwa metode yang telah dibangun mempunyai akurasi/ketelitian 95.5%. yang dapat diartikan bahwa pemerinah DKI Jakarta bersama masyarakat telah berhasil melestarikan hutan mangrove dan hutannya bertambah ±0.7 ha dalam kurun waktu 9 tahun.
Kata Kunci: ALOS AVNIR-2, Mangrove, Region, Segmentasi citra, Thresholding, Pulau Lancang

Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.