ANALISIS DAERAH BAHAYA DAN PENUTUP LAHAN WILAYAH GUNUNGAPI SLAMET

- Susanto, - Suwarsono

Abstract


 

Sistem operasi alarm bencana alam melalui analisis Gunungapi memberikan informasi tentang geomorfologis, daerah bahaya dan kondisi penutup lahan, hal ini digunakan data Landsat ETM+ tanggal 19 September 2001 pada wilayah Gunungapi Slamet. Analisis geomorfologis menghasilkan sepuluh pengelompokan bentuk lahan yaitu: Kawah aktif (V.02.a), Kerucut gunungapi cinder (V.04.a), Lereng gunungapi (V.05.a), Lereng gunungapi atas (V.05.d), Lereng gunungapi tengah (V.05.c), Lereng gunungapi bawah( V.05.d. Kaki gunungapi (V.06.a). Dataran kaki gunungapi (V.06.b.), Medan lava (V.08.a) Gawir sesar pegunungan blok (S.03.d). Dan analisis daerah bahaya gunungapi, diperoleh tingkat kerentanan tiap-tiap bentuk lahan terhadap bencana Gunungapi Slamet yang dikelaskan ke dalam tiga tingkat, yaitu sangat rentan, (Kawah aktif, Kerucut gunungapi cinder, Medan Lava, dan lereng gunungapi atas), rentan (Lereng gunungapi tengah, Lereng gunungapi bawah, Kaki gunungapi, dan Gawir sesar pegunungan blok) dan kurang rentan (lereng gunungapi, dan Dataran kaki gunungapi). Demikian juga hasil analisis penutup lahan diperoleh tujuh kelas penutup yaitu mulai yang paling luas berturut-turut adalah lahan hutan (10.657 ha), sawah (3.332 ha), tegalan (1.741 ha), perkebunan (1.545 ha), permukiman (418 ha), endapan piroklastik (305 ha), dan lahan terbuka (65 ha). Tujuan dari tulisan ini menginfor-masikan dari hasil penelitian tentang analisis Gunungapi Slamet bulan Juni 2003.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.