MEKANISME HUJAN HARIAN DI SUMATERA

Erma Yulihastin

Abstract


Makalah ini mengulas hasil penelitian mengenai mekanisme terjadinya curah hujan harian di Sumatera yang telah dilakukan oleh Mori et.al. 2004 dan Sakura et.al. 2005. Penjelasan mengenai mekanisme curah hujan harian dipaparkan dalam bentuk skema. Skema mekanisme curah hujan harian tersebut dibuat dari penelitian spesifik curah hujan di Sumatera menggunakan data curah hujan dari satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) dan data awan satelit Geostationary Meteorological Satellite (GMS). Hasil penelitian menunjukkan, puncak curah hujan mengalami migrasi dari lautan menuju daratan yang berkaitan dengan angin darat dan angin laut (land-sea breeze). Pada siang hingga malam hari terjadi angin laut, sehingga terbentuk konveksi dan hujan di atas wilayah pesisir yang selanjutnya bermigrasi menuju wilayah pegunungan dan dataran rendah. Sebaliknya, pada malam hingga pagi hari terjadi angin darat yang berpengaruh menggerakkan kembali awan-awan konvektif di atas daratan menuju lautan. Adapun karakteristik hujan harian di pesisir merupakan hujan dini hari (early morning rain), di daratan merupakan hujan sore hari (evening rain), dan di lautan merupakan hujan pagi hari (morning rain). Lebih dari 70 persen hujan yang terjadi di atas Sumatera adalah merupakan hujan konvektif. Hujan konvektif terbesar terjadi di daratan sedangkan terkecil di lautan. Variasi hujan di atas lautan sangat kecil atau cenderung tetap.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.