PENCEMARAN SMOG (ASAP KABUT) SEBAGAI DAMPAK AKTIVITAS ANTROPOGENIK

Dessy Gusnita

Abstract


Tulisan ini akan mengulas fenomena asap kabut (smog) dengan alasan pertama smog merupakan akibat dari aktifitas antropogenik yang semakin meningkatkan polusi udara yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia. Dampak yang ditimbulkan oleh smog cukup serius, sehingga kajian ini merupakan hal yang cukup penting. Kedua kejadian smog ini semakin hari semakin menunjukkan frekuensi yang cukup banyak terjadi, terutama di perkotaan. Smog (asap kabut) merupakan koloid (aerosol) yang mengandung gas nitrogen dioksida (NO2) dan gas ozon (O3) yang berasal dari reaksi gas buang kendaraan bermotor dengan sinar matahari. Gas buang kendaraan bermotor umumnya mengandung gas NO, CO dan hidrokarbon. Gas-gas itu tersebut selanjutnya akan mengalami reaksi fotokimia yaitu reaksi yang terjadi karena adanya foton (cahaya). Reaksi fotokimia ini menghasilkan polutan sekunder yang mengandung gas NO2 dan ozon (O3) yang akhirnya terbentuk smog. Kejadian smog telah terjadi di India, Amerika, Cina serta beberapa negara di belahan dunia lainnya. Oleh karena itu pada tulisan ini akan di ulas bagaimana terjadinya smog serta bagaimana proses reaksi terjadinya smog tersebut di lingkungan atmosfer.


Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.